|
Banyak orang bingung bagaimana memulai bisnis, termasuk bisnis burger. Sebuah nasihat menarik disampaikan oleh I Made Bagiana, pemilik jaringan Edam Burger. “Saya selalu memulai sebuah usaha dengan satu langkah pertama,” katanya.
“Banyak orang yang memulai dengan banyak langkah di awal, tapi akhirnya gagal karena tidak fokus.”Memang penyakit utama pemula adalah ingin sesuatu berhasil secepatnya, sehingga melangkah dengan beberapa aksi, tapi tidak fokus. Alhasil, bukan kesuksesan yang diraih, tapi kegagalan yang dituai. Lebih parah lagi, karena ketika gagal mereka langsung berhenti alias putus asa. Padahal, kalau mereka tetap bertahan dan memperbaiki diri, bukan mustahil mereka bakal menjadi pengusaha sukses. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Mengelola suatu usaha atau bisnis tidaklah mudah, baik itu usaha yang skalanya kecil apalagi usaha yang skalanya besar. Dalam mengelola usaha itu ada ilmunya, ada strateginya dan harus ada intuisi atau insting bisnisnya. Usaha bisa berkembang menjadi besar dengan menerapkan berbagai ilmu, dari ilmu manajemen sampai ilmu komunikasi, dari ilmu sosial, ilmu ekonomi sampai ke tehnik. Banyak perusahaan tumbuh menjadi perusahaan yang tetap bertahan dan terus berkembang karena tepatnya dia mengambil strategi atau langkah dalam menjalankan usahanya. Demikian juga halnya dengan intuisi bisnis yang hebat dan tepat dapat membuat usahanya melesat dengan cepat dalam perkembangannya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Setiap hal pasti ada sejarahnya. Demikian juga burger. Dari mana sih sebenarnya burger berasal? Ada yang mengatakan dari Eropa, tapi banyak juga yang menyebut Amerika sebagai tanah kelahiran burger. Lalu mana yang benar? Benar semuanya, karena burger memang sudah sangat akrab dengan orang Amerika dan Eropa sejak puluhan tahun silam. Walaupun sejarh kuno juga mencatat, makanan sejenis burger sudah dikenal sejak jaman Romawi.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Cara menghitung BEP (break Event Ponit) perhari sebenarnya mudah, syaratnya Anda harus mengetahui: Berapa biaya operasional dan Berapa persentase (%) keuntungannya. Mari kita lihat bagaimana menghitung biaya operasional dan menghitung presentase (%) Keuntungan. 1. BEP TAHAP PERTAMA (Menghitung biaya Operasional) Contoh Biaya Operasional Nilai · Sewa tempat 1 tahun Rp. 15.000.000/tahun · Gaji Karyawan 5 org @ Rp. 750.000 1 tahun Rp. 45.000.000/tahun · Perkiraan biaya Listrik&Air1 tahun @Rp.300.000 Rp. 3.600.000/tahun Jumlahkan seluruh biaya dalam satu tahun : Rp. 63.600.000 Total biaya 1 tahun dibagi 12 -> biaya perbulan : Rp. 5.300.000 Total biaya 1 bulan dibagi 30 -> biaya perhari : Rp. 176.666 Artinya : Setiap kita membuka outlet maka biaya operasional perhari yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. 176.666,- Lalu berapa minimal omset penjualan 1 hari untuk menutupi biaya operasional tersebut? |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Seorang salesman tidak akan mampu menjual jika ia tidak percaya dirinya bisa menjual. Dia juga tidak bisa menjual jika tidak percaya pada produknya bisa laku dijual. Seorang dokter berani mengobati pasien karena dia percaya metode dengan obat yang diberikan dapat menyembuhkan pasiennya. Seorang pasien bisa sembuh ketika dia percaya pada obat yang diberikan sang dokter. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
1. Bekerjalah untuk Tuhan dan membantu orang lain Bekerja Adalah salah satu ibadah. Jika kita bekerja dengan baik, maka ibadah kita lebih mulia. Dalam bekerjapun kita tidak mungkin bekerja sendirian dan pasti dibantu oleh orang lain. Buatlah bos kita adalah Tuhan., selain bekerja dengan benar juga beribadah dengan lebih baik. bersyukur kepada Tuhan adalah bekerja untuk Tuhan dengan membantu sesama. Saya yakin, jika kita mau membantu orang lain, suatu saat kita juga akan dibantu orang lain. Karena pada dasarnya setiap manusia senang membantu orang lain.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|